SAP SISTEM CERDAS Pertemuan Minggu ke-3 dan Minggu ke-4

3.       Pengenalan Logical Agents

Logic merupakan jantung dari program, para pemrogram mempunyai keyakinan bahwa sebuah komputer dapat dibuat mengerti logika, maka komputer dapat dibuat untuk berfikir, karena logika kelihatannya menjadi inti dari kecerdasan.
a.       Problema solving agent hanya bisa menyelesaikan masalah yang lingkungannya accessible
b.      Kita membutuhkan agen yang dapat menambah pengetahuan dan menyimpulkan keadaan
c.       Agent yang akan membantu seperti ini kita beri nama knowledge based agent

3.1        Knowledge-based agents

Komponen utama dari knowledge based agent adalah knowledge basenya. Knowledge base (KB) adalah kumpulan representasi fakta tentang lingkungan atau dunia yang berhubungan atau menjadi daerah bekerjanya agen. Setiap representasi dalam KB disebut sebagai sebuah sentence yang diekspresikan dalam sebuah bahasa yakni knowledge representation language


SAP SISTEM CERDAS Pertemuan Minggu ke-1 dan Minggu ke-2
 
1.      Pengenalan Intelegensi Buatan (KB)

1.1  Pengertian Intelegensi Buatan

Kecerdasan Buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial (Artificial Intelligence atau hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia.

1.2  Intelegensi Buatan dan Intelegensi Alami

-        Intelegensi Alami
Kecerdasan yang dimiliki oleh manusia.
1.      Bersifat lebih kreatif.
2.      Dapat melakukan proses pembelajaran secara langsung.
3.      Fokus yang luas referensi untuk pengambilan keputusan.
-        Intelegensi Buatan
Kecerdasan yang diciptakan dan dimasukkan kedalam suatu mesin (komputer).
1.      Al lebih bersifat permanen.
2.      Al menawarkan kemdaha untuk digandakan dan disebarkan.
3.      Al dapat lebih murah daripada kecerdasan alami.
4.      Al bersifat konsisten dan teliti.
5.      Al dapat didokumentasi.



MAKALAH “Layanan Operasi”
MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI


Kelompok 5
NPM
NAMA
12114213
BOBY PAHLEVI CAGAR PERKAS
13114952
FARHAN AZRA HASIBUAN
14114371
FRANSISCO
15114026
HUSNUL KHATIMAH
18114770
RAHMA ANISA
1A114641
SYTA CHOIRUNNISA
2KA10

UNIVERSITAS GUNADARMA
Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Depok – 16424
2016


KATA PENGANTAR
            Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah layanan operasi ini. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
            Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
            Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.    



Depok, 17 Juni 2016


Penulis


“Penulisan Bebas”
 Tema    : Ideologi Pancasila
Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan yang disampaikan oleh seseorang untuk mengatur jalannya pemerintahan. Ideologi terdapat di setiap negara. Tentu saja ideologi ini harus dapat diterima oleh seluruh masyarakat di negara tersebut. Ideologi itu nantinya akan menjadi pedoman dalam menjalani nilai-nilai dasar masyarakat dalam suatu negara.
Pancasila adalah landasan dari segala keputusan bangsa dan menjadi ideologi tetap bangsa serta mencerminkan kepribadian bangsa. Pancasila merupakan ideologi bagi negara Indonesia. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. Pancasila merupakan kesepakatan bersama bangsa Indonesia yang mementingkan semua komponen dari Sabang sampai Merauke.


DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI
-    - DEFINISI STRUKTUR ORGANISASI
Robbins (2007) mendefinisikan struktur organisasi sebagai penentuan bagaimana pekerjaan dibagi, dibagi, dan dikelompokkan secara formal. Sedangkan organisasi merupakan unit sosial yang dikoordinasikan secara sadar, terdiri dari dua orang atau lebih, dan berfungsi dalam suatu dasar yang relatif terus-menerus guna mencapai serangkaian tujuan bersama.
Dalam konteks desain organisasi, Ivancevich (2008) mendefinisikannya sebagai proses penentuan keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan, dan departemen. Dengan demikian, keputusan atau tindakan-tindakan yang dipilih ini akan menghasilkan sebuah struktur organisasi.
Ada enam elemen yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketiak akan mendesain struktur organisasi. Ke-enam elemen tersebut meliputi :
  1. Spesialisasi Pekerjaan adalah sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri
  2. Departementalisasi adalah dasar yang dipakai untuk mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama
PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPEMIMPINAN
 
Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan. Ada beberapa pengertian atau definisi Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli :
-          Menurut George R. Terry
Pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.


KOMUNIKASI


-        Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah "suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan juga orang lain". Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa non-verbal.